Penggalian peninggalan NDALEM CHUMAEDEN

Ini cerita tentang penggalian sebuah tempat peninggalan Bopo Chumaedi, sebenernya kolam depan rumahku sih, hahahahaha. Dahulu kolam ini sempat ditutup karena aku pernah nyemplung kejebur disana, ya maklumlah itu kejadian waktu aku masih kecil, waktu aku belum bisa renang. Ada banyak hal yang menjadi pikiranku saat penggalian kembali itu dilakukan.

  1. Aku inget jaman kecil setelah kolam itu ditutup, aku suka ngliatin mas tancang ma mbak iwin pacaran
  2. Jadi kepikiran seberapa bandelnya aku, kenapa bisa keceblung ke kolam yang bisa dibilang kecil kaya’ gitu??
  3. Ini tentang keistimewaan keluargaku dan semua keunikannya.


Aku berusaha mencintainya dan hanya mencintai wanita itu

entah kenapa dia memang terasa berbeda.

dia sungguh luar biasa.

aku kini dengan kesungguhan hatiku tak mau berpaling kepada wanita lain.

dan aku harap dia memantapkan semua kegundahan ini.

ada kebimbangan dihatiku yang aku ingin bisa dia singkirkan

_yaALLAH mantapkanlah hatiku mencintainya.

_ya ALLAH jadikan kami lebih baik dan terus menjadi lebih baik.

_ya ALLAH kuatkan dia menemaniku dalam kondisi apapun, entah marahku, burukku, khilafku, dan jadikan dia bidadari yang engkau kirimkan kepadaku.

_ya ALLAH ijinkan aku mencintainya.

*bismillah, dengan ijinmu aku mencintainya*

Setapak jalan di sore itu

aku menapak dengan kaki penuh noda

dan aku tersadar matahari sudah senja

ingin aku basuh kakiku ini dengan air dari mata air pohon canda

namun terlalu takut tangan ini membasuh

bibirĀ  itu dahaga

hati itu tertahan

ingin kata ini keluar membanjiri kota-kota orang mati

agar tak ada cacian yang menghanyutkan

senja dalam balutan rimbunan pohon

mengis tanpa air mata, membuatku iba

namun setapak demi setapak jalan ini terus ku susuri

walau senja sudah tertidur

namun jalan belumlah berakhir

.dark terus berjuang.

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.